Cara Budidaya Coklat dan Cara Perawatannya

Cara Budidaya Coklat dan Cara Perawatannya – Tahukah Anda seperti apa tanaman cokelat sebelum menjadi produk cokelat yang biasa kita lihat? Ya, terlihat seperti pohon biasa. Pohon kakao tidak tumbuh di mana-mana. Untuk menanam kakao, Anda perlu mengetahui cara menanam pohon kakao yang tepat agar menghasilkan buah yang banyak. Kata cokelat biasa digunakan untuk menyebut cokelat yang masih mentah dan berbentuk lubang. pemangkasan

Cara Budidaya Coklat dan Cara Perawatannya

drlucys – Pohon kakao menghasilkan buah seperti buah yang biasanya mengandung daging buah dan biji. Bubur coklat dapat dimakan dan memiliki rasa manis dan asam. Namun, bukan ampasnya yang digunakan sebagai cokelat, melainkan biji yang dikeringkan dan dihancurkan.

Baca Juga : Manfaat Kesehatan Terbukti dari Dark Chocolate

Untuk menumbuhkan pohon kakao, Anda harus berhati-hati agar menghasilkan banyak buah. Jika Anda tidak merawat pohon kakao Anda, ia akan membusuk dan menghasilkan sedikit buah. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menanam pohon kakao.

Cara Budidaya Coklat

Pohon kakao berkualitas baik ditanam di dataran dengan ketinggian antara 100 dan 800 meter di atas permukaan laut. Curah hujan tahunan 1100-3000 mm menghasilkan pohon kakao berkualitas baik. Pohon kakao tumbuh pada suhu antara 18 dan 32 derajat Celcius. Pohon kakao tumbuh di daerah tropis dan tidak membutuhkan banyak sinar matahari. Pohon kakao yang baik tumbuh paling baik di tanah dengan pH 6-8.

Pemilihan Benih

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum menanam kakao adalah memilih bibit kakao. Biji kakao yang dipilih dengan cermat memiliki kualitas yang baik untuk ditanam. Pilih bibit dengan cermat dan teliti agar bibit yang tumbuh nantinya akan menghasilkan buah yang baik.Tidak mudah mendapatkan biji kakao di pasaran, maka disarankan untuk membeli dari petani kakao yang sudah berpengalaman dalam membudidayakan kakao.

Ciri-ciri biji kakao mutu baik yang cocok ditanam: Biji segar, berwarna putih agak kekuningan. Tidak mengapung saat terendam air. Setelah dikeluarkan dari buahnya, seluruh buah dan bijinya tidak dapat dimakan oleh serangga dan hama lainnya. Biji tanpa warna atau bintik hitam. Permukaan biji halus dan agak persegi.

Penyemaian

Langkah selanjutnya, setelah Anda memilih biji kakao yang berkualitas baik dan sesuai, Anda harus menyemainya terlebih dahulu. Menabur benih kakao sama seperti menanam benih biasa, tetapi pertama-tama Anda perlu menyiapkan kantong plastik kecil, tanah, pupuk, dan air untuk menumbuhkan bibit. Tata cara penyemaian biji kakao adalah sebagai berikut: Siapkan campuran tanah, sekam dan pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos.

Campuran ini harus memiliki perbandingan 2: 1: 2. Setelah campuran tanah siap, isi sekitar tiga perempat ke dalam kantong plastik kecil. Buat lubang kecil di kantong plastik dengan jari telunjuk Anda. Masukkan biji kakao ke dalam lubang dan tekan perlahan. Kemudian isi dengan campuran tanah sehingga biji kakao tertutup dengan baik.

Usahakan 1 biji kakao dimasukkan ke dalam 1 polybag agar tunas dapat tumbuh dengan baik dan lancar. Gunakan Spray dua kali sehari, pagi dan sore, untuk memberikan tingkat hidrasi yang diinginkan dan air dalam jumlah yang cukup untuk mempertahankan hidrasi. Biarkan kecambah dan bibit tumbuh saat berumur 4 sampai 6 bulan.

Pengolahan Lahan Tanam

Pertama-tama, waspadalah terhadap lingkungan Anda. Pohon kakao dapat mencapai ketinggian 5 sampai 10 meter. Anda membutuhkan ruang yang cukup untuk itu. Atau jika Anda ingin menanamnya dalam pot, Anda harus mendapatkan pot yang lebih besar.

Kakao dapat ditanam di pekarangan dan pekarangan dengan luas lahan yang luas, dengan sedikit naungan atau pepohonan, sehingga kondisi penanaman sedikit rindang. Tanah harus gembur, kaya nutrisi dan rendah kandungan liat.

Jika tanahnya cukup keras, kendorkan dengan cangkul atau sekop. Dan perhatikan kesuburan tanahnya. Jika tanah terlihat kering dan steril sebaiknya dicampur dengan pupuk dan air sampai tanah bertekstur gembur dan subur.

Disarankan menggunakan pupuk organik seperti kompos atau kompos. . Penggunaan pupuk organik tidak merusak tanah atau mengubah tekstur tanah. Sebelumnya perlu dipastikan bahwa areal tanam bebas dari gulma dan tumbuhan pengganggu agar pohon kakao dapat tumbuh subur di kemudian hari.

Penanaman

Setelah areal tanam selesai dan bibit berumur 4-6 bulan, pohon kakao selanjutnya dapat ditanam dan dirawat. Ini adalah waktu penanaman. Ada dua cara menanam kakao Anda sendiri: di tanah atau di pot. Media tanamnya sendiri juga sama. Artinya, tanah subur, dicampur dengan pupuk kandang atau nampan. Cara Menanam Kakao: Sebelum menanam kakao, carilah benih berkualitas baik yang cocok untuk ditanam dengan daun muda hijau dan hijau muda serta batang yang stabil.

Untuk tanaman pot, siapkan pot besar dan isi setengah tanah dengan campuran pupuk kandang dan kulit kayu. Selanjutnya dibuat lubang seukuran polybag pada bibit kakao dan dimasukkan benih bersama dengan polybag. Masukkan perlahan polybag sampai benar-benar pecah, kemudian masukkan benih secara perlahan beserta tanah semai. Kemudian buang polybag dan isi dengan tanah sampai penuh. Kemudian siram sampai tanah menjadi lembab.

Untuk menanam di area tanam seperti kebun atau kebun, cukup bor lubang di area tanam. Gunakan saja benih dengan cara yang sama setelah menanamnya di dalam lubang seperti yang Anda lakukan di dalam pot. Merobek polybag saat menanam lubang dan menanam dengan bedengan adalah untuk memastikan pohon kakao beradaptasi dengan baik dan tidak menyebabkan stres. Hal ini dikarenakan tanaman kakao berbeda dengan tanaman lainnya.

Jika penyemaian benar dan berhasil, tetapi cara penanamannya salah. Ini tidak menjamin kesuburan dan umur simpan pohon kakao. Jadi pastikan Anda melakukan langkah ini dengan benar.

Perawatan dan Pemeliharaan

Penyiangan

Mencabut gulma dan vegetasi lain di sekitar pohon kakao untuk mencegah gulma menyerap nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mencabut langsung, menggunakan cangkul atau benang, atau dengan penyemprotan herbisida. Bordir Transplantasi tanaman mati atau suboptimal menjadi tanaman baru. Penyulaman dilakukan 2 minggu sebelum tanam.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan dua bulan setelah tanam. Pemupukan biasanya dilakukan setelah penyiangan. Pupuk yang digunakan adalah urea, SP-36 dan KCl. Dosis tergantung pada umur tanaman.

  • Tanaman umur 1 tahun diberi pupuk urea 15 gram, SP-36 15 gram, dan KCl 10 gram
  • Tanaman umur 2 tahun diberi pupuk urea 22 gram, SP-36 20 gram dan KCl 25 gram diberikan KCl.
  • Pada umur 3 tahun mendapat 44 g urea, 41 g SP-36, dan 50 g KCl per tanaman .
  • Urea, 100 gram SP-36, dan 200 gram KCl diberikan per tanaman

Pemangkasan

Pemangkasan dapat dimulai dengan sebuah pemangkasan secara berkala pada tanaman pelindung sampai pada sebuah tanaman coklat agar dapat tumbuh secara normal tanpa sebuah tanaman untuk pelindung. Lakukan beberapa kali pemangkasan cabang atau juga pemangkasan ranting pada tanaman coklat yang juga tidak dapat tumbuh subur.

Pada Pemangkasan ini juga bertujuan agar sebuah tajuk tumbuh dengan seimbang dan juga kokoh serta dapat mengurangi sebuah kelembapan sehingga semua tanaman dapat terhindar dari semua hama dan juga penyakit.

Proses pada Panen tanaman Coklat dengan Cara memanen buah pada tanaman coklat yang terbilang ssangat mudah yaitu : Anda dapat juga memetiknya dengan menggunakan alat pisau atau juga menggunakan gunting. Dan Pastikan bahwa beberapa buah coklat juga benar- benar siap panen dengan ciri buah berwarna orange dan tangkai berwarna coklat.

Dalam varietas coklat kemerahan, buah matang berwarna merah kecoklatan dengan batang kecoklatan. Cokelat berry manis dan sedikit asam dan bisa dimakan, sedangkan bijinya diolah menjadi cokelat. Jadi, diskusi tentang pertanian kakao mungkin menarik bagi Anda.